Morula IVF Surabaya
When dreams come true...

Lastest articles

Saya PCOS, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Perempuan yang mengalami PCOS sering tidak menyadari masalah yang dihadapinya. Datang berkonsultasi dengan dokter karena menstruasi tidak teratur dan gejala lain yang sering tidak disadari.

Apa itu PCOS?

 

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kondisi terjadinya ketidakseimbangan hormon akibat terganggunya fungsi ovarium atau indung telur pada perempuan usia subur. 

 

 Bagaimana Tanda dan Gejala PCOS?

 

PCOS ditandai dengan timbulnya gangguan menstruasi, meningkatnya kadar hormon androgen (hormon pada laki-laki) pada tubuh perempuan, dan adanya gambaran jumlah sel telur (folikel) yang melebihi normal pada pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal (melalui vagina). Jika pada seorang perempuan didapati setidaknya dua dari tiga tanda tersebut, maka kemungkinan perempuan tersebut mengidap PCOS.

 

 

 

Apa yang harus dilakukan oleh perempuan PCOS?

 

1)     Datangi dokter kandungan untuk berkonsultasi
Carilah dokter yang komunikatif dan mudah diajak diskusi. Sebaiknya tidak berganti-ganti dokter. Dibutuhkan kesabaran dalam penanganan PCOS karena membutuhkan waktu untuk melihat hasil terapi yang dilakukan dokter.

 

2)     Ubah gaya hidup
Bisa dilakukan dengan cara meninggalkan pola makan yang tidak sehat, menurunkan berat badan, dan olahraga teratur. Dilakukan terutama pada perempuan PCOS yang mengalami obesitas. Penurunan berat badan sebanyak 5% akan meningkatkan kesuburan (ovulasi spontan) dan angka kehamilan. 

 

3)     Lakukan pengobatan secara konsisten
Langkah dan tahapan pengobatan harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus sesuai dengan yang disarankan dokter. Bila ingin hamil, dokter akan melakukan terapi bertahap, ikuti tahapan tersebut sampai hamil.

 

 

 

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Kesuburan pada Perempuan PCOS?

 

1)     Pemberian obat-obatan (Induction ovulation)
Perempuan PCOS tidak pernah atau jarang mengalami masa subur (ovulasi), hal ini dikarenakan sel telur  tidak bisa berkembang sebagaimana semestinya. Obat- obatan yang diberikan bertujuan untuk merangsang sel telur agar dapat berkembang baik secara langsung maupun tidak langsung, kemudian disusul terjadinya masa subur, sehingga bisa dibuahi oleh sperma suami.

 

2)     Pembedahan dengan laparoskopi
Laparoskopi adalah operasi minimal invasive atau operasi yang dilakukan dengan membuat irisan kecil. Pada laparoskopi, irisan kecil dilakukan pada dinding perut, kemudian disusul memasukkan kamera ke dalam perut. Laparoskopi yang dilakukan dengan melubangi indung telur di beberapa tempat yang bertujuan mengurangi kadar androgen yang dihasilkan indung telur dan diharapkan sel telur selanjutnya bisa tumbuh normal.

 

3)     Program bayi tabung atau In vitro fertilization  (IVF)
Program bayi tabung merupakan salah satu teknologi reproduksi berbantu, di mana sel sperma dan sel telur pasangan suami istri dipertemukan diluar tubuh, yaitu di dalam laboratorium. Embrio yang sudah berkembang kemudian ditransfer kembali ke dalam rahim istri dengan tujuan terjadi kehamilan.