Morula IVF Surabaya
When dreams come true...

Lastest articles

Polycystic Ovary syndrome (PCOS)

Polycystic Ovary syndrome (PCOS) 

Polycystic Ovary syndrome (PCOS)Polycystic Ovary syndrome (PCOS) atau disebut juga Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan endokrin/hormonal yang paling sering dijumpai pada perempuan usia subur. 1 dari 10 wanita usia subur menderita PCOS. Masalah yang paling sering diakibatkan oleh PCOS adalah gangguan menstruasi dan infertilitas/kesulitan memperoleh keturunan.


Hingga saat ini penyebab PCOS belum diketahui sepenuhnya. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa PCOS terjadi akibat interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan. Masalah utama pada PCOS adalah terjadinya ketidakseimbangan hormon, hal ini juga yang menyebabkan terjadinya infertilitas pada penderita PCOS.

Terdapat berbagai cara untuk menangani PCOS, mulai dari perubahan gaya hidup, obat-obatan hingga terapi operatif. Walaupun demikian tahukah anda bahwa perubahan gaya hidup merupakan lini pertama pada tatalaksana PCOS?

Perubahan gaya hidup mencakup:

  • eliminasi stressor psikososial
  • olah raga
  • intervesi gizi

Olah raga yang efektif sebaiknya mengikuti kaidah FITT (frequency, intensity, time, type). Jenis (type) olah raga yang dilakukan sebaiknya olah raga dengan intensitas sedang seperti jalan cepat, lari, berenang, bersepeda atau senam aerobic. Durasi (time) latihan minimal 30 menit. Untuk menurunkan berat badan, frekuensi yang dianjurkan adalah 3-5x/minggu dengan target yang diharapkan 150 menit/minggu.

Penurunan berat badan sebesar 2-5% telah terbukti dapat memperbaiki fungsi reproduksi/kesuburan (perbaikan fungsi ovulasi) secara signifikan. Pada tingkat berat badan obese, penurunan berat badan yang diharapkan adalh 5-10% dari berat badan awal.

Intervensi gizi yang dilakukan untuk penurunan berat badan adalah pengurangan jumlah kalori sebesar 500-1000kkal/hari dengan komposisi seimbang. Komposisi seimbang yang dimaksud adalah tetap mengandung karbohidrat, protein maupun lemak dengan proporsi yang sesuai. Pembatasan komponen tertentu saja misalnya tanpa karbohidrat atau tanpa lemak terbukti tidak efektif.

Penggunaan obat-obatan anti obesitas dan operasi bariatric masih belum rutin dilkakukan, walaupun demikian hal ini dapat dipertimbangkan pada penderita PCOS obese atau dengan penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, kolesterol tinggi atau hipertensi.

 

Source : www.morulaivf.co.id